Pemanasan Global

Dampak Pemanasan Global

Dampak Pemanasan Global- Pemanasan Global dapat terjadi karena akumulasi panas yang tertahan di atmosfer. Sejak Revolusi Industri dan struktur sosial yang cenderung kapitalisme, kondisi bumi menjadi tidak baik akibat pemanasan global.

Dampak Pemanasan Global Terhadap Kehidupan

Pemanasan global merupakan trend yang memicu terjadinya perubahan iklim global. Curah hujan dan evapotranspirasi merupakan contoh perubahan iklim yang dirasakan di Indonesia. Perubahan iklim global yang dipengaruhi oleh letak geografis dan astronomis Indonesia, membuat siklus hujan dan kekeringan terpengaruh.

Kenaikan suhu akibat efek pemanasan global akan mengganggu siklus air. Temperatur yang tinggi akan mengakibatkan hujan lebat, tetapi hanya untuk waktu yang singkat. Hujan deras dalam waktu singkat menimbulkan ancaman ganda.

Hal ini dapat menyebabkan banjir di musim hujan dan juga menyebabkan kekeringan di musim kemarau yang panjang. Dampak jangka panjang ini dapat berkontribusi pada kenaikan permukaan laut hingga tiga meter.

Intelektual publik dan aktivis lingkungan telah meminta pemerintah di seluruh negeri untuk mengambil langkah nyata untuk mengatasi masalah ini. Sementara itu, paradigma environmentalisme mendesak seluruh penghuni bumi untuk hidup.

Encyclopedia Britannica meluncurkan bahwa environmentalisme adalah etika yang berupaya meningkatkan dan melindungi kualitas lingkungan alam melalui perubahan aktivitas manusia yang merusak lingkungan. Kini kebijakan lingkungan politik, ekonomi, dan sosial menjadi solusi pemanasan global.

Pemanasan global memiliki dampak yang sangat signifikan terhadap perubahan banyak hal di lingkungan. Kenaikan muka air laut merupakan salah satu dampak terburuk dari tingginya pencairan lapisan es di kutub dalam beberapa dekade terakhir, yang disebabkan oleh fenomena pemanasan global.

Pemanasan global terjadi karena peningkatan kadar gas rumah kaca di troposfer (biosfer) seperti karbon dioksida (CO2), uap air, metana, nitrous oxide, halocarbons dan lain-lain, yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata global di bumi. permukaan, baik di darat, lautan maupun udara biosfer.

Baca Juga:  3 Jenis Metode Pengumpulan Data yang Paling Populer

Peningkatan karbon dioksida (CO2) ini telah menyumbang sekitar 72% dari efek rumah kaca hingga saat ini, sementara gas rumah kaca lainnya seperti metana hanya menyumbang sekitar 21% dan nitro oksida sekitar 7%.

Akar penyebab tingginya konsentrasi karbon dioksida (CO2) adalah adanya faktor antropogenik atau aktivitas manusia. Peningkatan emisi gas karbon dioksida (CO2) akibat faktor antropogenik tersebut semakin diperparah dengan perubahan tata guna lahan yang mengakibatkan berkurangnya kawasan hijau terutama hutan.

FAO mencatat bahwa antara tahun 1990 dan 2005, total kawasan hutan menurun dengan laju tahunan sebesar 0,24% dan stok karbon per hektar dalam biomassa hutan telah menurun pada laju 0,02%. Kerusakan hutan yang parah ini telah berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan karbon dioksida (CO2) di atmosfer yang tidak dapat ditoleransi.

Hal ini secara langsung atau tidak langsung akan mempengaruhi ekosistem kutub. Efek rumah kaca terus menjadi perhatian, mengakibatkan penurunan skala global pada salju kutub dan lapisan es selama bertahun-tahun.

Terutama sejak 1980-an dan terus meningkat dalam beberapa dekade terakhir. Peneliti lain telah memformulasikan model matematika untuk mempelajari dampak dari pemilihan teknologi dalam upaya pengendalian emisi antropogenik karbon dioksida (CO2) di atmosfer.

Demikian penjelasan dari kami tentang dampak Pemanasan Global semoga bermanfaat, terimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *